Dalam dunia MULTI LEVEL MARKETING (
MLM), kami melihat sebuah dunia yang penuh dengan semangat juang, harapan, dan
mindset positif. Why?, karena modal utama dalam bisnis di dunia
NETWORKING bukan terletak pada nilai rupiah joinnya tapi justru terletak
pada “semangat juang, harapan, dan mindset positif”
Kalau anda menemukan member MLM yang patah semangat,
putus harapan, dan mindset nya negatif, maka saat itu dia sudah menjadi “virus
pembusuk dunia MLM” dan harus segera mendapatkan penanganan khusus (ICU). Orang
seperti ini bukan berarti dia tidak memiliki pengetahuan tentang postif
thinking, bagaimana cara bersikap yang baik tetapi dia masih memiliki jiwa yang
labil. Keinginannya terlalu besar namun dia tidak mau membayar harga untuk yang
diinginkannya. Dia berharap hal-hal yang instant. Dia belum memahami bahwa
berbisnis melalui bisnis jaringan atau Multi Level Marketing tak ubahnya
seperti berbisnis di wilayah yang lain. Semua butuh usaha dan kerja keras.
Penggiat MLM adalah orang yang memiliki semangat
tinggi untuk mengupdate dan mengaktualisasi dirinya sekaligus juga menjadi
agent of change dalam lingkungannya. Aura postif yang dimilikinya terus menerus
ditebarkan, dibagi, ditranfer ke banyak orang. Dunia MLM adalah dunia dengan
motto “Sukseskan maka engkau akan sukses”
Kalau kami menilai penggiat MLM seperti itu
seakan-akan dia menjadi gambaran manusia yang selalu berada dalam
kenikmatan hidup dan tak pernah dihinggapi rasa duka, kecewa dan hal-hal yang
tidak menyenangkan lainnya. Tidak. Bukan Begitu. Dia seutuhnya manusia sama
seperti yang lain tetapi “penggiat MLM sejati” akan selalu berusaha terus
menerus untuk menjadikan semua peristiwa yang dia temukan dan hadapi
menjadi motor penggerak dalam aktivitasnya”. Dia ibarat batu karang yang tetap
kokoh berdiri meskipun ombak terus menerjang. Dia adalah panutan orang-orang
dengan segala sikap tegarnya yang luar biasa. Iya, Sikapnya. Paling tidak,
seorang pegiat MLM sejati akan terlihat dari beberapa Sikap.
Sikapnya terhadap dirinya.
Dia sangat menghargai dirinya sendiri dengan cara
menghargai orang lain.
Dia sangat tegas pada dirinya dan juga tegas pada
orang lain namun dia tidak melepaskan sikap mengayomi.
Dia memiliki high fighting spirit, survivalnya hebat
dan keluhan tidak ditemukan dalam “kamus hidupnya”
Sikapnya terhadap Perusahaan.
Dia menjadi orang yang sangat produktif
melahirkan ide-ide konstruktif dan menyampaikannya secara santun kepada
manajemen.
Tidak menjelekkan ataupun mempermalukan perusahaan dan
manajemennya manakala ada kendala yang dihadapi berkaitan dengan kinerja
perusahaan.
Sikapnya Terhadap Produk.
Dia adalah pemakai sejati dari produk yang
dipromosikannya kepada yang lain.
Sikapnya Terhadap Team kerja jaringannya.
Dia tampil sebagai inspirator sekaligus sebagai motor
penggerak team
Menjadi stabilisator team
Menjadi advisor team
Menjadi solution maker dan buka sebagai trouble maker
bagi team
Dan banyak lagi kita temukan hal-hal positif dari
seorang penggiat MLM sejati
Ironi dan salah kaprah memang, banyak diantara kita
menilai kehebatan pegiat MLM justru terletak pada seberapa besar bonus yang
dihasilkannya dan seberapa besar jaringan yang ada dalam jaringannya. Ketika
bonusnya besar, ketika jaringannya besar, maka kita akan melihat dialah pegiat
MLM yang hebat meskipun sepak terjangnya sangat tidak beretika,
kata-katanya sering tidak pantas, dan sering menyusahkan banyak pihak.
Bagi kami yang sedang dalam proses belajar ini,
tidak peduli seberapa bonus yang anda hasilkan, tidak peduli seberapa jaringan
ada dalam team anda, kalau anda memiliki sikap yang baik, kami akan
berguru kepada anda. ANGKAT AKU SEBAGAI MURIDMU.
Juga sebaliknya.
Maksudnya?
Sahabatku.
Pernahkah kita melihat seorang pegiat MLM yang
nampaknya begitu “hebat” tapi tak bisa dijadikan panutan?
Dia kadang tampil seperti motivator yang sangat hebat.
Bicaranya “berapi-api” dan bisa menghipnotis audience pada saat presentasi dan
promosi bahkan tulisan-tulisannya di sosial media sangat bombastis. Namun
disisi lain, terkadang oknum ini tidak segan-segan untuk membully
baik produk, pola pemasaran, dan bahkan perusahaan orang lain. Dia
melakukannya untuk memberikan gambaran yang jelas betapa dirinya dan bisnis
yang sedang digelutinya adalah yang terbaik.
Di bisnis yang sedang digelutinya sekarang, mungkin
penghasilannya tidaklah kecil, akan tetapi oknum seperti ini belum puas kalau
belum membuka kelemahan-kelemahan pihak-pihak yang dianggap merintanginya,
menyamainya, dan bahkan mungkin dianggap akan menyamarkan pamor keleaderannya.
Oknum seperti inilah yang kami sebut sebagai oknum “OVERDOSIS MOTIVASI”
Oknum seperti ini biasanya sudah sangat kaya akan
khazanah keilmuan dalam hal motivasi namun bagi kami, yang bersangkutan
(sayangnya) bukannya “melahap” ilmu tersebut sekedar yang bisa dia serap dan
bisa diaplikasikan dengan baik tetapi malahan sudah overdosis sehingga motivasi
tersebut sudah meracuni dirinya sendiri. Efeknya adalah dia bisa tampil sebagai
“Motivation Injector” yang hebat dan sekaligus bisa tampil sebagai “Motivation
Vampire” yang sangat berbahaya. Oknum inilah, menurut kami, yang harus
mendapatkan perawatan khusus (ICU).
OBAT OVERDOSIS MOTIVASI.
Tidak perlu resep khusus untuk menangani
penyakit Overdosis seperti ini. Agar kita tidak mendapatkan serangan
penyakit ini, ayo Kembali saja ke dasar ( Back to Basic).
Ayo tanyakan lagi pada diri kita sendiri :
- Kenapa kita harus menjalankan bisnis ini?
- Untuk siapakah kita menjalankan bisnis ini?
- Apakah melalui bisnis ini kita memperbanyak sahabat atau musuh?
- Apakah bisnis ini menjadi media kita beribadah atau media untuk kita bermaksiat?
Dalam aplikasinya, kita akan berusaha untuk
mempraktekkan beberapa cara sederhana berikut :
- Pujilah rencana pemasaran (Marketing Plan) kita dan presentasilah dengan benar, jujur, dan serius tapi jangan sampai kita membully Marketing plan orang lain.
- Pujilah produk luar biasa kita tapi jangan menghina produk orang lain.
- Banggalah dengan profesi kita sebagai networker dan jangan menghina profesi kita sendiri sebelumnya apalagi profesi orang lain.
Kata orang “sulit membedakan antara “high self
confidence” dengan “kesombongan” tapi jangan sampai kita membuatnya menjadi
jelas sekali kesombongannya. Be cool... be calm...
Jangan sampai kita sebagai networkers terkesan telah
“overdosis motivasi” sehingga “meracuni pola pikir sendiri”.
Kawan,
“Obat yang bagus kadang pahit rasanya”
Namun, pasien yang tahu dirinya sakit terpaksa
meminumnya untuk sehat kembali (waras) namun bersabarlah dengan
detoksifikasi dari dalam jiwa.
Itu menurut saya, kalau anda tak menurut ya gak
apa-apa
Salam Dahsyat dari Bang Miji, Komandan Markas Gove
Sumatera,
Note:
This article is dedicated to all “Networker Tangguh”
Recommended :
Kenapa setelah memakai Sabun Gove, dimuka saya timbul jerawat kecil-kecil dan terasa gatal-gatal?
Recommended :
Kenapa setelah memakai Sabun Gove, dimuka saya timbul jerawat kecil-kecil dan terasa gatal-gatal?
No comments:
Post a Comment