Saturday, March 23, 2019

Overdosis Motivasi


Dalam dunia MULTI LEVEL MARKETING ( MLM), kami melihat sebuah dunia yang penuh dengan semangat juang, harapan, dan mindset positif. Why?, karena modal utama dalam bisnis  di dunia  NETWORKING bukan terletak pada nilai rupiah joinnya tapi justru terletak pada “semangat juang, harapan, dan mindset positif”

Kalau anda menemukan member MLM yang patah semangat, putus harapan, dan mindset nya negatif, maka saat itu dia sudah menjadi “virus pembusuk dunia MLM” dan harus segera mendapatkan penanganan khusus (ICU). Orang seperti ini bukan berarti dia tidak memiliki pengetahuan tentang postif thinking, bagaimana cara bersikap yang baik tetapi dia masih memiliki jiwa yang labil. Keinginannya terlalu besar namun dia tidak mau membayar harga untuk yang diinginkannya. Dia berharap hal-hal yang instant. Dia belum memahami bahwa berbisnis melalui bisnis jaringan atau Multi Level Marketing tak ubahnya seperti berbisnis di wilayah yang lain. Semua butuh usaha dan kerja keras.

Penggiat MLM adalah orang yang memiliki semangat tinggi untuk mengupdate dan mengaktualisasi dirinya sekaligus juga menjadi agent of change dalam lingkungannya. Aura postif yang dimilikinya terus menerus ditebarkan, dibagi, ditranfer ke banyak orang. Dunia MLM adalah dunia dengan motto “Sukseskan maka engkau akan sukses”

Kalau kami menilai penggiat MLM seperti itu seakan-akan dia menjadi  gambaran manusia yang selalu berada dalam kenikmatan hidup dan tak pernah dihinggapi rasa duka, kecewa dan hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya. Tidak. Bukan Begitu. Dia seutuhnya manusia sama seperti yang lain tetapi “penggiat MLM sejati” akan selalu berusaha terus menerus untuk menjadikan semua peristiwa yang dia temukan dan hadapi  menjadi motor penggerak dalam aktivitasnya”. Dia ibarat batu karang yang tetap kokoh berdiri meskipun ombak terus menerjang. Dia adalah panutan orang-orang dengan segala sikap tegarnya yang luar biasa. Iya, Sikapnya. Paling tidak, seorang pegiat MLM sejati akan terlihat dari beberapa Sikap

Sikapnya terhadap dirinya.
Dia sangat menghargai dirinya sendiri dengan cara menghargai orang lain.
Dia sangat tegas pada dirinya dan juga tegas pada orang lain namun dia tidak melepaskan sikap mengayomi.
Dia memiliki high fighting spirit, survivalnya hebat dan keluhan tidak ditemukan dalam “kamus hidupnya” 

Sikapnya terhadap Perusahaan.
Dia menjadi orang yang sangat produktif  melahirkan ide-ide konstruktif dan menyampaikannya secara santun kepada manajemen.
Tidak menjelekkan ataupun mempermalukan perusahaan dan manajemennya manakala ada kendala yang dihadapi berkaitan dengan kinerja perusahaan. 

Sikapnya Terhadap Produk.
Dia adalah pemakai sejati dari produk yang dipromosikannya kepada yang lain. 

Sikapnya Terhadap Team kerja  jaringannya.
Dia tampil sebagai inspirator sekaligus sebagai motor penggerak team
Menjadi  stabilisator team
Menjadi  advisor team
Menjadi solution maker dan buka sebagai trouble maker bagi team

Dan banyak lagi kita temukan hal-hal positif dari seorang penggiat MLM sejati

Ironi dan salah kaprah memang, banyak diantara kita menilai kehebatan pegiat MLM justru terletak pada seberapa besar bonus yang dihasilkannya dan seberapa besar jaringan yang ada dalam jaringannya. Ketika bonusnya besar, ketika jaringannya besar, maka kita akan melihat dialah pegiat MLM yang hebat meskipun  sepak terjangnya sangat tidak beretika, kata-katanya sering tidak pantas, dan sering menyusahkan banyak pihak.

Bagi kami yang sedang  dalam proses belajar ini, tidak peduli seberapa bonus yang anda hasilkan, tidak peduli seberapa jaringan  ada dalam team anda, kalau anda memiliki sikap yang baik, kami akan berguru kepada anda. ANGKAT AKU SEBAGAI MURIDMU. 
Juga sebaliknya.
Maksudnya?

Sahabatku.
Pernahkah kita melihat seorang pegiat MLM yang nampaknya  begitu “hebat” tapi tak bisa dijadikan panutan?

Dia kadang tampil seperti motivator yang sangat hebat. Bicaranya “berapi-api” dan bisa menghipnotis audience pada saat presentasi dan promosi bahkan tulisan-tulisannya di sosial media sangat bombastis. Namun disisi lain,  terkadang oknum ini tidak segan-segan untuk  membully baik produk, pola pemasaran, dan bahkan perusahaan  orang lain. Dia melakukannya untuk memberikan gambaran yang jelas betapa dirinya dan bisnis yang sedang digelutinya adalah yang terbaik.

Di bisnis yang sedang digelutinya sekarang, mungkin penghasilannya tidaklah kecil, akan tetapi oknum seperti ini belum puas kalau belum membuka kelemahan-kelemahan pihak-pihak yang dianggap merintanginya, menyamainya, dan bahkan mungkin dianggap akan menyamarkan pamor keleaderannya.  Oknum seperti inilah yang kami sebut sebagai oknum “OVERDOSIS MOTIVASI”

Oknum seperti ini biasanya sudah sangat kaya akan khazanah keilmuan dalam hal motivasi namun bagi kami,  yang bersangkutan (sayangnya) bukannya “melahap” ilmu tersebut sekedar yang bisa dia serap dan bisa diaplikasikan dengan baik tetapi malahan sudah overdosis sehingga motivasi tersebut sudah meracuni dirinya sendiri. Efeknya adalah dia bisa tampil sebagai “Motivation Injector” yang hebat dan sekaligus bisa tampil sebagai “Motivation Vampire” yang sangat berbahaya. Oknum inilah, menurut kami, yang harus mendapatkan perawatan khusus (ICU).

OBAT OVERDOSIS MOTIVASI.
Tidak perlu resep khusus untuk menangani penyakit  Overdosis seperti ini. Agar kita tidak mendapatkan serangan penyakit ini, ayo Kembali saja ke dasar ( Back to Basic).

Ayo tanyakan lagi pada diri kita sendiri :
  1. Kenapa kita harus menjalankan bisnis ini?
  2. Untuk siapakah kita menjalankan bisnis ini?
  3. Apakah melalui bisnis ini kita memperbanyak sahabat atau musuh? 
  4.  Apakah bisnis ini menjadi media kita beribadah atau media untuk kita bermaksiat?
Dalam aplikasinya, kita akan berusaha untuk  mempraktekkan beberapa cara sederhana berikut :
  1. Pujilah rencana pemasaran (Marketing Plan) kita dan presentasilah dengan benar, jujur, dan serius tapi jangan sampai kita membully Marketing plan orang lain.
  2. Pujilah produk  luar biasa kita tapi jangan menghina produk orang lain.
  3. Banggalah dengan profesi kita sebagai networker dan jangan menghina profesi kita sendiri sebelumnya apalagi profesi orang lain.

Kata orang “sulit membedakan antara “high self confidence” dengan “kesombongan” tapi jangan sampai kita membuatnya menjadi jelas sekali kesombongannya. Be cool... be calm...
Jangan sampai kita sebagai networkers terkesan telah “overdosis motivasi” sehingga “meracuni pola pikir sendiri”.

Kawan,
“Obat yang bagus kadang pahit rasanya”
Namun,  pasien yang tahu dirinya sakit terpaksa meminumnya untuk sehat kembali  (waras) namun bersabarlah dengan detoksifikasi dari dalam jiwa.

Itu menurut saya, kalau anda tak menurut ya gak apa-apa

Salam Dahsyat dari Bang Miji, Komandan Markas Gove Sumatera,

Note:
This article is dedicated to all “Networker Tangguh”

Recommended :
Kenapa setelah memakai Sabun Gove, dimuka saya timbul  jerawat kecil-kecil dan terasa gatal-gatal?

No comments:

Post a Comment